Tampilkan postingan dengan label safe for flight. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label safe for flight. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

BABY SICKNESS


Tidak hanya makhluk hidup saja yang sakit, pesawat terbang pun juga bisa sakit, meskipun masih gress alias fresh from manufacture. Misalnya saja, MA60 buatan China yang pernah terdapat crack atau retakan di rudder (sayap belakang)-nya.

Ketika ditemukan kerusakan di pesawat  yang baru dikeluarkan pabrik, tentu operator penerbangan selaku konsumen berhak menanyakan ke pabrik pembuat pesawatnya. Si pembuat pesawat tentunya akan menyempurnakan hasil produksinya.

Pengontrolan kualitas produk akhir pasti telah dilakukan produsen, namun tetap harus disadari bahwa kesempurnaan menjadi milik Yang kuasa.

"Karena itulah pihak operator penerbangan memiliki divisi tehnik yang melakukan proses detail maintenance/perawatan ". 

Waktu beli pesawat tersebut ,maintenancenya bagaimana??

Untuk mengetahui hal ini,biasanya ada  beberapa perwakilan tehnisi yang dikirim ke China, dikirim ke AS, atau dikirim ke Kanada sebagai negara pembuat atau pendukung pembuatan pesawat.

Nah kan..tehnisi bisa jalan-jalan keluar negeri juga..

Dalam dunia penerbangan dikenal istilah Airworthiness Directives yang biasa disebut dengan AD. 
AD merupakan petunjuk kelaikan udara yang menjadi pemberitahuan kepada pemilik dan operator pesawat bahwa terdapat kelainan pada pesawat atau komponennya. Misalnya ada mesin, avionik atau sistem lainnya yang harus diperbaiki atau disempurnakan.

"Dengan AD, bisa dikeluarkan permintaan untuk melakukan modifikasi pada pesawat atau komponen tertentu. Kalau Indonesia menerima itu (dari produsen), maka Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) juga mengeluarkan AD yang mengacu pada pesawat tersebut".

Pesawat MA 60 hanya badannya saja yang dibuat di China. Sedangkan mesin pesawat dibuat oleh Pratt-Whitney Kanada yang biasa membuat mesin untuk berbagai pesawat lainnya.

Sementara instrumen avionic, navigasi dan komunikasi MA 60 dipercayakan kepada buatan Rockwell Collins, AS. 

Pesawat ini juga memiliki ciri khas baling-baling fiber berbentuk pedang sebagai identitas yang menunjukkan pesawat generasi baru.

MA 60 adalah salah satu jenis pesawat yang dioperasikan di Indonesia. Pesawat ini pernah jatuh di Teluk Kaimana, Papua.

Jumat, 27 April 2012

Tehnisi Pesawat Terbang

Ketemu lagi dengan saya,tehnisi pesawat terbang..hehehe..
Kita share tentang Tehnisi Pesawat Terbang ya..
Dalam dunia penerbangan,pengoperasian pesawat terbang dilakukan oleh beberapa orang dengan capability/kemampuan yang berbeda,yaitu:
1.Pilot yang bertugas menerbangkan pesawat terbang.
2.Tehnisi yang bertugas merawat pesawat terbang.
3.Pramugari yang bertugas membantu pilot menangani penumpang yang berada di cabin pesawat terbang selama penerbangan berlangsung.
4.Flight Operation Officer yang bertugas mempersiapkan rute,loadsheet dan syarat lain untuk penerbangan yang hendak dijalani pesawat terbang.
5.Petugas Administrasi yang bertugas untuk menangani seluk beluk kebutuhan personil yang disebutkan di atas.

Apa sih Tehnisi itu?koq merawat pesawat terbang,maksudnya apa tuh?
Tehnisi peasawat terbang adalah seseorang yang bertugas merawat pesawat terbang,artinya bertugas untuk menjaga pesawat terbang memenuhi spesifikasi perawatan suatu pesawat terbang dan selalu dalam kondisi aman dalam pengoperasiannya atau safe for flight.
Untuk itu seorang tehnisi harus mendapatkan training dasar dan advanced ilmu penerbangan yang ditunjukkan dengan dimilikinya Basic License dan Type Rating oleh tehnisi itu apabila sudah melalui training untuk pesawat terbang yang hendak dirawatnya dan lulus ujian materi yang dipelajarinya yang diselenggarakan oleh Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara.
Dalam pekerjaan perawatan yang dilakukannya seorang tehnisi tidak hanya mengerjakan pekerjaan perawatan tetapi harus juga menyelesaikan data-data pendukung bahwa pekerjaan perawatan sudah dikerjakan sesuai dengan standard manualnya,hal ini diharapkan ada bukti pelaksanaan pekerjaan dan menjaga kualitas pekerjaan guna mencapai highest safety.
Dengan kondisi seperti ini saya yakin bahwa alat transportasi paling aman adalah pesawat terbang selama aspek perawatan dilaksanakan dengan standard prosedur yang berlaku dan pesawat terbang tersebut dikendalikan oleh pilot yang juga selalu current/terjaga kesehatan dan trainingnya serta dukungan supporting lainnya yang tidak kalah pentingnya.
Pada 10 sampai dengan 20 tahun yang lalu tehnisi pesawat terbang terbentuk dari pengalaman mereka dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari tetapi saat ini dengan pelatihan/training yang berkelanjutan dan eksperimen di beberapa perusahaan penerbangan seorang tehnisi pesawat terbang bisa lebih cepat tercipta,hal ini sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan tenisi pesawat terbang yang sangat besar setiap tahunnya.
Jadi...peluang menjadi tehnisi pesawat terbang masih besar kawan..
Ayo persiapkan diri dengan lebih banyak mencari informasi dan menjaga networking hingga kita siap pada saat yang tepat.